Pagi itu

Bidadari pagi...
Engkau bidadari pagi
Engkau ratu di hari rabu
Engkau adalah embun yang daun lahirkan dan menetes saat mentari bersemi
Engkau adalah sepi yang datang ditantara petir badai yang menderu
Engkau adalah hangat yang angin bawa di bulan juni
Engkau adalah sinar yang mentari lahirkan setelah fajar pergi
Engkau adalah alasan.... mengapa duniaku ada

Hey Wanita


kepada engkau yang wanita, bukan waria

hey kau wanita, jaga buah dadamu jangan dipental-pentolkan seakan bola bekel. bola mataku lelah mengikuti arah geraknya

hey kau wanita, pakailah celana selayaknya sayang paha mulusmu nanti digigit nyamuk, jangankan nyamuk, pria pun menginginkannya

hey kau wanita, barang bagus seharusnya dijaga, kasihan para pria selalu bermimpi mendekatinya

hey kau wanita, jangan salahkan kami para pria bertindak seperti buaya

hey kau wanita, coba mengertilah kami pria turut tersiksa, menahan gejolak bercinta

salam hormat dari lawan gender



posted on baher anwar 

IJTIHAD TERAKHIR SEORANG IKHWAN RADIKAL

ASSALAMU'ALAYKUM UKHTI

"Jangan pernah menunggu pasangan yang sempurna baru kau mau menikahi seorang pria, tapi menikahlah denganku maka insya Allah kesempurnaan akan hadir dalam hidupmu. Sebab aku adalah pria, dan engkau adalah wanita."
Wahai Ukhti, Hidup adalah pilihan. Dan setiap pilihan pasti mengandung dan mengundang resiko yang tak bisa dipilih, sebab resiko itu sudah satu paket dengan pilihanmu...
Dan aku memilihmu sebagai istriku. Artinya, aku siap menerima kekuranganmu sebab ku yakin bahwa dibalik kelebihan itu pasti ada kekurangan. Memilih itu "Ada apanya" tapi menerima resiko itu "Apa adanya". Kekurangan itulah yang menyebabkan kelebihan-kelebihan itu hadir dalam dirimu.
So, maukah engkau menjadi istriku? Aku mau menjadi suamimu ...
Tidak masalah, berapa kali pun engkau menolak cintaku, yang penting berapa kali aku bangkit dari setiap penolakan, untuk menyatakan tingkat keaslian cintaku padamu. Memang aku tak "jatuh cinta" kepadamu, tapi aku "bangkit cinta" kepadamu. Bagiku, jatuh itu biasa, tapi bangkit itu luar biasa. Dan engkau adalah wanita yang luar biasa, bukan wanita yang biasa di luar. Kalau kau menolakku karena kau melihatku terlalu banyak kekurangan, maka yakinilah bahwa dibalik kekurangan itu ada kelebihan. Semakin pandai kau menemukan kekuranganku, maka engkau semakin takjub kelak dengan kelebihan-kelebihanku... tapi tentunya, bukanlah takjub yang melahirkan ujub, tapi takjub yang melahirkan ijab dan ajib...
Sudahlah, tak perlu lagi kau tolak cintaku. Terima saja lamaranku ini. Semakin banyak kau menolak, maka semakin aku yakin bahwa kau segera menjadi milikku. Semakin sulit aku mendapatkanmu maka semakin tinggi cintaku padamu. So, Tak perlu kau tolak lagi, sebab cintaku sudahlah tinggi.
Astaghfirullaahal 'aziim...
Sudahlah ukhti, tak perlu aku banyak bertutur lagi, keraguanmu itu hanyalah membuat aku tambah yakin, dan keyakinanmu itu telah membuka pintu-pintu kebaikan. Tak mudah menahan cinta, itu sebabnya Allah jadikan nikah sebagai jalan keluar yang menjadikan cinta sebagai bumbu kehangatan di jalan Islam ini...
Ukhti, belum tentu pelamar berikutnya lebih baik dariku.. maka terimalah jodohmu..
aku...

dikutip dari obrolan seorang temannya teman. 
makasih mas bro

FILOSOFI KEHIDUPAN DARI BUAH KELAPA

Bandung, 4 November 2011 
Cerita lama terlihat kembali, dihari menjelang subuh itu saya mulai memahami suatu esensi kehidupan yang Alloh SWT siratkan ke buah kelapa lewat perantara sang guru yang senantiasa selalu membimbing, mengingatkan untuk tetap istiqomah dijalan ini, jalan yang penuh hambatan dan cobaan (mungkin buat saya adalah sebuah peringatan he he he). 
Beliau mengatakan hidup itu ibarat buah kelapa.
 
"Pohon Kelapa ada yang tidak sanggup mengupasnya sehingga tertipu ia menyangka intipati buah kelapa itu ya serabutnya saja...., ada yang sudah mau berpayah payah mengupasnya, hanya tidak tuntas sehingga beranggapan bahwa intipati dari buah kelapa adalah "batoknya"....,  ada yang mengupasnya tuntas hingga membuka batoknya dan menemukan daging dan airnya...., yang ketiga inilah yang sebenarnya berhasil mengupas intipati dari buah kelapa" 

 "Kehidupan tidak jauh dari buah kelapa"



1. Ada yang tidak mau mengurai makna kehidupan sehingga ia tertipu oleh "kulit/cangkang"-nya kehidupan,..... 
pergerakannya hanya berputar putar diseputar perut (ekonomi), kemaluan (seksual) dan wajah (popularitas).... dari pagi hingga malam (24jam) ngulibek' diseputar itu. Hidup "ananiyyah" (egois) hanya diri dan keluarganya yang diurus dan diperhatikan serta diutamakan dari segala hal.... Inilah HIDUP HISSI.... 
SABUT KELAPA 
Manusia yang hidup dengan filosofis HIDUP HISSI ...hanya berani jika lapar, Hanya bergerak untuk memuaskan nafsu syahwatnya, hanya beraktifitas untuk mengejar popularitas.... tapi jika ISLAM terjajah ia tidak peduli.... jika UMMAT ISLAM terdzalimi ia acuh tak acuh. Jika program dan amanah kerisalahan terabaikan ia tidak mau tahu.. sama sekali tidak ada agenda JIHAD Fisabilillah... tidak ada jadwal DAKWAH Ilallah.

Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. 
[[QS:Surat Al-Jāthiyah-24 ]] 

Hadits Rasulullah SAW: “Siapa yang tidak memperhatikan urusan umat Islam maka bukan termasuk mereka. Dan siapa yang pagi dan siangnya tidak menyampaikan nasihat kepada Alloh, Rasul-Nya, kitab-Nya, imam dan umumnya umat Islam maka bukan termasuk mereka” (HR At-Tabrani)

2. Ada yang sudah mampu mengupas makna kehidupan dan menemukan intisarinya tetapi tidak tuntas, seperti mengupas buah kelapa baru sampai "batok"nya ia sudah berhenti dan mengatakan inilah intinya. 
BATOK KELAPA
Manusia seperti ini adalah manusia yang sudah ada di dalam sabilillah (Islam) dan sudah melakukan pengabdian (ibadah) hanya sayang tidak totalitas, belum punya kesadaran yang cukup, belum memiliki keyakinan yang kuat dan belum punya tekad yang membaja.
sehingga sering mudah berubah karena "coba" dan "goda". Masih suka pilih pilih dalam menunaikan Darma bakti, kerap ragu dalam melakukan kebaikan.  Selalu perlu motifasi dari orang lain dalam pergerakannya. Kadang suka merekayasa "keadaan" agar diijinkan untuk tidak melakukan tugas. Masih angin anginan, bagaimana kondisi, atau gimana "mood"-nya, kadang pengen enak sendiri tidak mau dipimpin dan hidup dalam satu barisan. Inilah Hidup Maknawi.... filosofis hidup maknawi.

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Alloh dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. [[ QS Al Haj:11 ]]

3. Ada yang sudah mampu mengupas makna kehidupan dan menemukan intisarinya serta mampu menikmatinya dengan kepuasan, seperti pengupas buah kelapa yang sudah sanggup mengupasnya hingga menemukan daging dan air kelapanya.

BUAH & AIR KELAPA
Manusia seperti ini adalah manusia yang sudah ada Fi Sabilillah (Islam) dan sudah mendarmabaktikan seluruh kehidupannya dalam pengabdian yang totalitas. Inilah filosofis hidup Ma'any. Hidupnya sudah dipergunakan untuk melakukan amal bakti sebanyak-banyaknya dan sesempurna sempurnanya. Amal bakti yang timbul dari keyakinan yang kuat dan Iman yang teguh. Amal yang dilakukannya hanya karena mengharapkan Rahmat dan Ridho Alloh semata.   
Orang yang hidup dengan filosofis hidup Ma'any ini sudah tidak mengenal sukar dan sulit, berat dan susah, takut dan was was dan lain lain yang akan mencegah manusia melakukan amal yang sempurna, tentu filosofis hidup Ma'any ini tidak akan diraih tanpa kemurahan dan karunia Alloh.


Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Alloh; dan Alloh Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. [[ QS Al-Baqarah:207 ]]

Terima kasih kepada sang guru yang selalu dengan sabar  dalam mengingatkan dan membimbing kepada saya yang dulunya seorang yang membenci Alloh SWT dan Islam. 
Karena dengan perantaranya lah saya sadar siapa diri saya yang akhirnya bisa mengenal, memahami dan membela Alloh SWT dan Islam secara nyata.
     

Elegi Pagi

Pagi adalah masa awal sebuah hari yang mengawali seluruh waktu dalam satu hari, mendahului siang dan malam hari. Bagi sebagian orang mungkin pagi adalah simbol gairah untuk bergegas, kesegaran, semangat, usia muda, cinta dan kehangatan.
Pagi selalu datang dalam sekejap, sehingga kita harus berlomba. Terlewat sebentar, maka ia akan meninggalkan kita. Seperti kehidupan yang memaksa kita untuk berkompetisi. Orang yang hidup dengan filosofi pagi sangat memahami bahwa persaingan menuju kehidupan diawali dari detik pertama kita menginginkan apa yang kita mau, bahkan sebelum kesempatannya datang.
Sedangkan buat saya entah berapa ribu pagi yang telah dilewati.
Saya sangat suka dengan suasana pagi...sayangnya tak terlalu suka bangun terlalu cepat.
Tapi di pagi masih sama dengan pagi sebelunnya. Masih ditemani, teman setia sebungkus rokok lengkap dengan nikotinnya dan segelas kopi lengkap juga dengan caffeinnya.
Dan pagi ini masih bercerita dengan bahasanya sendiri. Yang dengan sarkasme paginya yang dilontarkan tanpa mempergunakan kata-kata untuk membasahi rumput-rumput jiwa agar tidak mudah kering dan terbakar, lenyap disapu angin.
"bidadari pagi
Engkau bidadari pagi
Damai yang Tuhan beri
Hadirmu adalah kesejukan
Rasa teduh yang hadir dalam gersang
Seperti embun menetas membasahi sabana pengharapan
Menyisir resah diantara samar kepenatan
Bidadari pagi engkau bidadari pagi
Senyumu lukisan jiwa samar maya indah merona
Ketika secercah cahaya mulai meradang menghilang perlahan dalam pendar kelam
Ku mulai pahami suatu alasan
Kenapa Tuhan ciptakan kelembutan"
Selamat pagi kepada seseorang yang terjaga di pagi hari
diri sendiri.





Tears Flowing Endlessly

I whispered "Thank you" while turning the pages of the old photo album
Always, always in my heart, a person who encourages me
On any days, clear sky or raining, that same smile emerges on your face
Even when my memories of you fade away, I would search through my mind again,
And on days when you come back to life in my memories, Tears Flow Endlessly
Wishing to the stars to be with you again, this has become my new habit
When I look up to the sky during sunset, I'm searching for you in my mind
Whenever I'm feeling sad or happy, I recall that smile
If you can see me from where you are now,
Then I will go on with my life, believing we can meet again someday
On any days, clear sky or raining, that same smile emerges on your face
Even when my memories of you fade away,
I'll be lonely, I'll be missing you
Still have feelings left for you, Tears Flowing Endlessly
I want to see you, I want to see you
Still have feelings left for you, Tears Flowing Endlessly

song text was take from japan movie

GARA² IKUTAN SEBUAH GROUP DI FACEBOOK


Sebenarnya gua nggak 'nggeh ikutan group apapun, tapi berhubungan temannya teman ngundang gua untuk ikut gabung, jadi akhirnya secara kepaksa maupun tidak terpaksa ikutan gabung juga. Nah, tibalah suatu ketika yang dimana setiap anggotanya untuk ikut partisipasi dalam suatu acara yang namanya "Love Letter To Your Self" (ini kedengarannya aga gimana gitu). Dan jujur pada awalnya gua susah banget untuk jujur bercerita tentang diri gua sendiri, entahlah gua susah untuk jujur mungkin karena gua sudah diisi dengan segala kebohongan duniawi yang hampir membuat setiap orang berbuat bohong untuk survive. sedangkan isi surat ini sebagai berikut :
My Office, 13 November 2010 jam 02.10 pagi         
Oi....Apa Kabar
Ah.. nggak usah dijawab juga gua sudah bisa tahu tentang kebiasaan keseharian lu yang hampir setiap harinnya serba..serba..(30X) tidak teratur terencana atau bahasa kerennya termanage dengan baik. Mulai dari kebiasaan tidur, makan, mandi bahkan boker pun ikut-ikutan tidak teratur. Ingat kawan umur lu tuh sudah 1/4 abad lebih 2 tahun 2 bulan, ayo mulailah membiasakan hidup teratur dan ingat apa yang dikatakan oleh bapak manajemen modern Peter F. Drucker "Management by objective works - if you know the objectives. Ninety percent of the time you don't. And Follow effective action with quiet reflection. From the quiet reflection will come even more effective action.". Sebaiknya mulailah dari sekarang kawan.
Dan bagaimana kabarnya dengan kebiasaan lu yang berusaha mengumpulkan, mencatat lalu mempelajari kehidupan orang lain. Ough itu sangat menyedihkan kawan, orang lain sudah menjalani hidupnya masing-masing sekarang lihat diri lu sendiri masih belajar. Jika ada sekolah atau universitas kehidupan dan lu jadi salah satu murid/mahasiswanya gua yakin lu nggak bakalan lulus-lulus ha...ha..ha... bangunlah kawan ini hidup, hidup ini tidak bisa lu Ctrl + Z.
Lalu bagaimana kabarnya dengan roko, udah berapa bungkus lu habiskan perharinya? Berapa pun itu, kurangilah. Ingat apa kata mantan pacar lu dulu, pernah bilang "kissing you is like licking an ashtray" ha..,ha,.ha.. masa lu mau di samain dengan asbak.
Oh iya gua lupa, bagaimana kabar keluarga lu di Bandung. Ough gua lupa hubungan lu sama orang tua lu kurang begitu baik. Ingat apa kata temen lu mereka tuh ngga menyesal ko melahirkan lu ke dunia ini, jadi mulailah lu menelepon mereka ya paling seminggu sekali atau paling tidak sebulan sekali lah.
Gua mau minta maaf jika selama ini gua sering ngajak lu bergadang, bermain point blank, PS, meninggalkan solat bahkan gua sudah ngajak lu ngeganja lagi, sial. Maaf kawan untuk yang terkahir sebaiknya cepat-cepat kita hentikan gua ga mau lu, jadi seperti yang dulu lagi seperti Sugali dalam lagu Iwan Fals.
Dan gua sangat senang lu akhir-akhir ini mulai mengenal, dekat dan akrab dengan Tuhan lu. pertahankan itu kawan.
sepertinya gua akhiri surat ini gua yakin lu bisa mengahadapi masalah yang menanti lu di depan. Dan kamu ingat nggak dengan  dengan kalimat ini  "Hey, you created me. I didn't create some loser alter-ego to make myself feel better. Take some responsibility!" - Tyler Durden di Film Fight Club.

peluk hangat tidak mesra

Agus nya Agus

Sweet Cakes and Milkshakes

intro : Limousine Eyelash Oh, baby with your pretty face Drop a tear in my wineglass Look at those big eyes See what you mean to me     ...